right_side

Empati Demi Surgawi

Satu Miliar Cinta

My Book.

Pengikut

My Book Cover

My Book Cover

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

Cursor

One Piece Going Merry

Widget


Jumat, 02 Desember 2011

Kelopakmu Menguning di Temaram



dini hari

bulan keemasan

kelopakmu menguning di temaram

mengulit kerak yang tak juga luput

dari otakmu.

masih,

rapuhkah sebuah hati yang tak mau berkelana

karena takut

ada jerit yang menghadang di gerbang sana

di dalam sini

mungkin kupu-kupu yang tadi melintas

mematahkan kakimu di tengah gurun

dan kau terjatuh

sebuah oase hanya menambah pengharapanmu

untuk berdiri, berlari menyusul

hilang...

kakimu hilang....

matamu hilang...

tanganmu hilang...

tapi kau masih bisa menangis

lalu esok

dirimu sendiri hilang...


09-07-09

19:01


kita adalah takdir yang satu
yang mengalun memberi irama dalam kehidupan kita masing-masing
maka dari itu
biarkan hati kita selaras
karena selaras berarti keyakinan yang utuh
walau tak mudah untuk bersua
dan rindu yang menyesak di dada
beri aku ketenangan, cinta
karena ketenangan yang nanti kau berikan
membuatku membiarkan isak tangis menyiksa
lelap terhanyut dalam tidur malamnya
lalu rembulan biasa menceritakan kisah
bahwa kita adalah cinta yang menyatu
dari berbagai jalan yang harus kita tempuh
semoga tetap memberikan keyakinan di hati kita.

Rabu, 07 September 2011

di antara kita sudah ada sebuah ikatan
yang tersimpul dalam sebuah janji
agar kita saling memiliki
agar kita saling menyayangi
agar kita saling mengerti
saling menjaga
saling percaya
saling peduli juga saling terbuka
karena satu tujuan kita
mengumpulkan rindu untuk mendapat ridho-Nya
dalam sebuah naungan cinta
dalam sebuah pijakan yang kita sebut kasih sayang
semoga kita bisa selalu berjalan
dengan mata yang tetap melihat keadaan
tak pernah ragu
dan tak pernah berhenti
untuk beristiqomah dalam meraih kesempurnaan jalan hidup kita
meski seringkali gumpalan kabut yang datang tiba-tiba
menggoyahkan langkah kita
tapi tetaplah tenang
aku akan selalu menggenggam jemarimu
menuntunmu dalam gelap kabut
menuntunmu dalam pekat hitamnya malam
karena aku ingin kau selalu menyertaiku
dalam setiap satu langkah
sampai langkah yang berjuta
atau mungkin sampai hitungan milenia
aku ingin selalu kau menyertaiku dan aku menyertaimu


3 September 2011

Popular Posts