right_side

Empati Demi Surgawi

Satu Miliar Cinta

My Book.

Pengikut

My Book Cover

My Book Cover

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

My Book

Cursor

One Piece Going Merry

Widget


Sabtu, 08 Oktober 2016

Perjalanan Sobrun


Pada sebuah perjalanan yang bernama hidup, tentunya dengan rentang waktu yang dirasa panjang meskipun ungkapan bahwa hidup sekedar mampir minum terus dielu-elukan di sana sini, Sobrun berjalan seorang diri dengan bekal seadanya. Sebagaimana layaknya sebuah perjalanan yang kita tahu, pada beberapa titik selalu ada rintangan. Dan dalam perjalanan ini rintangan itu seringkali berbentuk Iry, Dhengki, Hasood dan lain sebagaimana yang sangat bisa menjadi batu sandungan bagi si Sobrun.
Mari kita sejenak bayangkan Sobrun sebagai seorang ksatria dengan bekal kemampuan seadanya namun selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap masalah yang menimpanya. Sedangkan Iry, Dhengki, Hasood beserta kawan-kawannya bisa kita bayangkan sebagai makhluk licik, buruk rupa, dengan taring dan berbadan kuat. Ya, sepanjang perjalanan Sobrun sendirian menghadapi mereka. Ada kalanya Sobrun hanya menghadapi Iry dengan racun mematikannya. Sobrun terkadang menghadapi Iry saja kewalahan bukan main. Pasalnya tipu muslihat dan cara-cara licik lainnya selalu Iry gunakan demi menaklukan Sobrun. Dan di saat seperti itulah Sobrun harus menggunakan akal sehat dan wawasannya. Karena bagaimanapun juga dua hal tersebut bisa menyelamatkannya dan kalau Sobrun sampai melupakan kedua hal tersebut bisa dipastikan akan datang satu sosok licik lainnya untuk membunuh Sobrun. Ya, satu sosok itu Fitnach.
Begitulah sepanjang perjalan Sobrun harus pandai-pandai menghadapi berbagai rintangan dengan macam-macam tipu muslihatnya. Hingga pada akhirnya kau sendiri akan mengerti Sobrun bisa tetap berdiri tegak melewati sosok-sosok menyeramkan dan keji itu. Tentunya dengan bekas luka dalam, pakaian yang compang-camping atau barangkali darah masih menetes pada lengan kirinya. Dan selalu..., selalu saja ketika Sobrun sudah banyak melewati sosok-sosok itu, ia harus menghadapi sosok yang lebih besar dan jauh lebih berat lagi dibandingkan rintangan-rintangan sebelumnya. Kau tahu sosok yang menjadi rintangan terberat sekaligus terbesar itu siapa? Kebutuhan Hidup. Ya, Kebutuhan Hidup adalah sosok paling berbahaya bagi Sobrun.
Pada banyak kasus Sobrun akan tergeletak tak berdaya karena tak sanggup menghadapi Kebutuhan Hidup. Ada yang malah berubah menjadi sosok lain menyerupai Iry, Dhengki, Hasood atau Fitnach dan lainnya. Namun tidak sedikit juga Sobrun tetap bisa menghadapi Kebutuhan Hidup meski pertarungannya terus berjalan tiada henti sampai akhir perjalanan.
Ya, ada kisah-kisah perjalanan yang diakhiri dengan kemenangan Sobrun di hembusan-hembusan nafas terakhirnya. Sayangnya banyak perjalanan yang menceritakan kekalahan Sobrun menghadapi rintangan terbesarnya, Kebutuhan Hidup. Sayang sekali...

Perjalanan Sobrun


Pada sebuah perjalanan yang bernama hidup, tentunya dengan rentang waktu yang dirasa panjang meskipun ungkapan bahwa hidup sekedar mampir minum terus dielu-elukan di sana sini, Sobrun berjalan seorang diri dengan bekal seadanya. Sebagaimana layaknya sebuah perjalanan yang kita tahu, pada beberapa titik selalu ada rintangan. Dan dalam perjalanan ini rintangan itu seringkali berbentuk Iry, Dhengki, Hasood dan lain sebagaimana yang sangat bisa menjadi batu sandungan bagi si Sobrun.
Mari kita sejenak bayangkan Sobrun sebagai seorang ksatria dengan bekal kemampuan seadanya namun selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap masalah yang menimpanya. Sedangkan Iry, Dhengki, Hasood beserta kawan-kawannya bisa kita bayangkan sebagai makhluk licik, buruk rupa, dengan taring dan berbadan kuat. Ya, sepanjang perjalanan Sobrun sendirian menghadapi mereka. Ada kalanya Sobrun hanya menghadapi Iry dengan racun mematikannya. Sobrun terkadang menghadapi Iry saja kewalahan bukan main. Pasalnya tipu muslihat dan cara-cara licik lainnya selalu Iry gunakan demi menaklukan Sobrun. Dan di saat seperti itulah Sobrun harus menggunakan akal sehat dan wawasannya. Karena bagaimanapun juga dua hal tersebut bisa menyelamatkannya dan kalau Sobrun sampai melupakan kedua hal tersebut bisa dipastikan akan datang satu sosok licik lainnya untuk membunuh Sobrun. Ya, satu sosok itu Fitnach.
Begitulah sepanjang perjalan Sobrun harus pandai-pandai menghadapi berbagai rintangan dengan macam-macam tipu muslihatnya. Hingga pada akhirnya kau sendiri akan mengerti Sobrun bisa tetap berdiri tegak melewati sosok-sosok menyeramkan dan keji itu. Tentunya dengan bekas luka dalam, pakaian yang compang-camping atau barangkali darah masih menetes pada lengan kirinya. Dan selalu..., selalu saja ketika Sobrun sudah banyak melewati sosok-sosok itu, ia harus menghadapi sosok yang lebih besar dan jauh lebih berat lagi dibandingkan rintangan-rintangan sebelumnya. Kau tahu sosok yang menjadi rintangan terberat sekaligus terbesar itu siapa? Kebutuhan Hidup. Ya, Kebutuhan Hidup adalah sosok paling berbahaya bagi Sobrun.
Pada banyak kasus Sobrun akan tergeletak tak berdaya karena tak sanggup menghadapi Kebutuhan Hidup. Ada yang malah berubah menjadi sosok lain menyerupai Iry, Dhengki, Hasood atau Fitnach dan lainnya. Namun tidak sedikit juga Sobrun tetap bisa menghadapi Kebutuhan Hidup meski pertarungannya terus berjalan tiada henti sampai akhir perjalanan.
Ya, ada kisah-kisah perjalanan yang diakhiri dengan kemenangan Sobrun di hembusan-hembusan nafas terakhirnya. Sayangnya banyak perjalanan yang menceritakan kekalahan Sobrun menghadapi rintangan terbesarnya, Kebutuhan Hidup. Sayang sekali...

Popular Posts