Pada isyarat yang menyimpan berjuta makna
tersisipkan kisah dari gelap dan pekatnya kesepian
dan bulir air mata yang luruh menyeluruh
bersama tinta-tinta yang berkabung penuh rasa
mungkin goresannya telah menyayat kelu
lebih mendalam dari yang pertama
terpagut wajahnya pada halus detik-detik yang menertawainya
menjadi lebih kontras dengan air mata yang meluruh
sesal, ya, sesal juga yang akhirnya melaburi langit-langitnya
juga tembok-tembok menjadi peta dari kuas dan bukan pena lagi
kembali pada dingin yang membeku dalam tatapannya
jatuh terpuruk, kaku
dibekukan rasa sakit dari ketak-mengertian kekasihnya
kini kemurungan bersemayam di telatah jiwanya.
roxy, 14 Februari 2013
Senin, 18 Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Kumpulan cerpen di dalam buku ini tercipta karena satu bentuk perhatian istimewa dari Bunda Asih Wardhani atas keinginan seseorang untuk...
-
Jika dikatakan aku rindu, mungkin memang seperti itulah yang kurasakan saat ini. Padahal aku sendiri tidak berani menamakan gelisah yang ...
-
Ada yang pernah berpikiran untuk menggunakan kata sandi yang unik di akun medsosnya? Aku sih yes. Dulu sewaktu pertama membuat akun fac...
-
Sore yang riuh pada sebuah kota yang menjadi barometer kesuksesan seperti utara untuk mata angin. Jakarta. Sekumpulan orang lebih dar...
-
Ada gemuruh yang kembali dan memang masih menyeruak ruang batinnya. Kedatangan Hilman ba’da dzuhur tadi kembali menguak rasa pedih yang ...
-
Menggurat Mimpi mimpiku ternyata hanya bertanggal merah di pojok kalender besok pun akan di sobek untuk bungkus kerupuk sambal da...
-
Mungkin aku bukan manusia yang sadar. Ya, sadar. Karena manusia sadar adalah manusia yang tak perlu berpikir dengan susah payah pun, otakny...
-
Pada sebuah perjalanan yang bernama hidup, tentunya dengan rentang waktu yang dirasa panjang -meskipun ungkapan bahwa ‘hidup sekedar mamp...
-
Nasib memang tidak bisa kita pilih, sodara. Kita ingin hidupnya sederhana saja, yang penting sehat semua. Eh ladalah, tiba-tiba kok keb...
-
Kacau ambruk membludaki pikiranku remuk kian mendengungkan nyanyian rusaknya tanpa searah terus berontak memusingkan tumpukan bosan ...



