Kacau
ambruk membludaki pikiranku
remuk kian mendengungkan nyanyian rusaknya
tanpa searah terus berontak
memusingkan tumpukan bosan penat
terasa sendiri di keroyok keberantakan
mengamburadulkan kerikil senyum
begitu tak berarti berlalu remuk
hanya saja aku masih sadar
aku manusia
25 april 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar